Advertisement 300 X 250


Breaking News

Beauty Of Bontang

Bontang Sekitarnya

Bontang in Memories

ScreenShoot

Showing posts with label Bontang Sekitarnya. Show all posts
Showing posts with label Bontang Sekitarnya. Show all posts

Wednesday, April 6, 2011

Wisata Onthel Bontang


WELCOME!!!



Sepeda antik dari kayu ulin..... Anti Karat!



sumber foto :http://onthelissamarinda.wordpress.com

Read more ...

Tuesday, April 5, 2011

Sketsa Kehidupan Masyarakat Pesisir Bontang

Kondisi Bontang Kuala : perumahan masyarakat Bontang Kuala berada di atas air laut. Mayoritas profesi masyarakatnya adalah nelayan. Salah satu  hasil laut yang paling banyak adalah udang-rebon, yang merupakan bahan baku utama  pembuatan terasi.

Foto berikut diambil dari finalis Sayembara Cita-Cita Proklamasi yang diadakan RNW.

Sumber asli lihat disini: Kehidupan Masyarakat Bontang - Arief Widagdo Soetarno

 


Pesisir Kota Bontang



Profesi Pembuat Terasi



Proses Pengolahan Terasi



Penjualan Hasil Produksi Terasi

Read more ...

Friday, April 1, 2011

Wisata Monyet di Bontang Kuala

Baru browsing, ternyata dapat hal yang menarik untuk dishare, karena saya sebagai orang Bontang juga baru tahu? Langsung aja :

Sumbernya dari blogger bontang di  : http://bontangkreatif.blogspot.com


Ini ceritanya:

Pagi-pagi jalan-jalan ke Bontang Kuala, ternyata ada segerombolan Monyet yang sedang mencari makan di Pemukiman Penduduk, saya pun kaget menyaksikan sekelompok monyet yg sedang bermain & mecari makan. dari monyet yg dewasa sampai monyet yg masih bayi yg di gendong oleh ibux.
Monyet-monyet ini berlokasi di Persimpangan 4 jembatan BK.















Saya pun tidak percaya kalo monyet ini sudah lama mecari makan di tempat ini,.ternyata ada juga warga yg memberi makan monyet ini, kata warga Bontang kuala Monyet-monyet disini berasal dari hutan-hutan Bakau di pnggiran sungai Bontang,Akibat hutax habis makax monyet-monyet ini lari ke pemukiman penduduk deh,...
















Tips ni dari saya, kalo mau liat Monyet-monyet ini datang aj pada jam 6 pagi / jam setengah 6 sore.

coz kalo kesiangan monyet-monyet ini pada lari lagi ke hutan.

Jangan Lupax Bawa Pisang,.hehee Buat makan si monyet,.























































Bagaimana Apakah Anda berminat melihat monyet ini, Silahkan Aja datang ke Bontang Kuala?


Read more ...

Tuesday, March 22, 2011

Sekilas Sejarah Bontang

Dahulu, sebelum Bontang menjadi sebuah kota, mulanya merupakan sebuah perkampungan yang teletak di daerah aliran sungai. Untuk tata pemerintahan sendiri masih sangat sederhana, dengan dipimpin oleh seorang Petinggi yg berada di bawah kekuasaan Sultan Kutai di Tenggarong. Hingga pada tahun 1952, Bontang ditetapkan menjadi sebuah kampung yang dikepalai oleh seorang Tetua Adat. Untuk hal kepemimpinan pun, terbagi menjadi dua yaitu yang menyangkut pemerintahan ditangani oleh Kepala Kampung dan yang menyangkut adat-istiadat diatur oleh Tetua Adat. Lambat laun, status Bontang meningkat menjadi kecamatan yang dipimpin oleh seorang asisten wedana dalam Pemerintahan Sultan Aji Muhammad Parikesit, Sultan Kutai Kartanegara XIX (1921-1960).

Asal-usul nama Bontang


Sejarah berdirinya Kota Bontang sangat menarik untuk dikaji, konon ceritanya sahabat Sultan yang bernama Aji Pao ditemani oleh beberapa orang kepercayaannya untuk mencari tempat pemukimanbaru yang memiliki masa depan yang lebih baik.

Pada suatu hari rombongan kecil itu tiba disuatu tempat daerah aliran sungai yang konon dijaga oleh makhluk halus yang bernama “SANG” yang berjumlah tiga “SANG”, yaitu Sang Attak penjaga sungai Api-Api, Sang Kina yang menjaga aliran anak sungai Sangatta (sungai Sangkima) Sang Antan yang juga menjaga anak sungai Api-Api. Kepada ketiga Sang tersebut Aji Pao meminta agar dapat dijadikan daerah pemukiman, sekaligus sebagai lahan pertanian, perburuan dan tempat meramu hasil hutan. Ketiga Sang meluluskan permintaan Aji Pao dan berjanji turut serta menjaga keamanan, keselamatan seluruh pengikut Aji Pao. Ternyata pilihan Aji Pao dan pengikutnya tidak salah, daerah aliran sungai itu memang subur tanahnya, binatang buruan sangat mudah untuk didapat, dan ikannya yang banyak dengan ragam jenis sangat mudah untuk diperoleh, dengan demikian daerah pemukiman baru tersebut memang sangat menjanjikan. Pada zaman itu Sultan Kutai diperintah oleh Aji Muhammad Salehudin (1782-1850) Sultan Kutai yang ke-16.

Sejalan dengan perkembangan zaman dan mengingat daerah aliran sungai tersebut sangat menjanjikan, maka datanglah berbagai suku bangsa di daerah pesisir ini, membngun dan menjalin hubungan kekeluargaan, kebersamaan, dan kegotongroyongan maka lahirlah masyarakat baru yang memiliki tatanan kehidupan berkeadilan.Suku bangsa yang di daerah baru ini terdiri dari berbagai etnis suku bangsa, yaitu Bajao, Bugis, Arab, China, Melayu, dan Suku Kutai sebagai tuan rumah, kesemuanya hidup bersatu, rukun, tenteram, damai, saling bahu membahu dan bergotong royong membangun/mengembangkan pemukiman tersebut. Maka terbetik dalam hati Aji Pao untuk memberi nama daerah ini dengan sebutan Bontang yang merupakan akronim Bahasa Belanda “bond” yang berarti kumpulan atau Bahasa Inggris yang artinya ikatan persaudaraan, serta “tang” dari kata pendatang. Cikal bakal kampung Bontang sendiri tidak lepas dari peran pendatang yang berasal dari suku Bugis, Jawa, Dayak dll.

sumber: www.indonesiabox.com
Read more ...
Designed By