Advertisement 300 X 250


Breaking News

Beauty Of Bontang

Bontang Sekitarnya

Bontang in Memories

ScreenShoot

Showing posts with label sekolah bontang. Show all posts
Showing posts with label sekolah bontang. Show all posts

Monday, April 16, 2012

Hadiah Menanti Bagi 10 Peraih Nilai UN Tertinggi di Bontang

TRIBUNNEWS.COM, BONTANG - Walikota Bontang Kalimantan Timur, Adi Darma berjanji akan memberikan hadiah atau reward bagi 10 pelajar berprestasi yang memperoleh nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi di Bontang. Hadiah ini diberikan sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas upaya sungguh-sungguh para siswa mengikuti UN.

"Sudah tentu kita akan berikan reward bagi siswa berprestasi dengan nilai UN tertinggi," ujar Wali Kota Bontang, saat ditemui usai memantau langsung pelaksaan UN hari pertama, di SMA Negeri 2, Bontang Selatan, Senin (16/4/2012) pagi tadi.

Kendati demikian, Wali Kota belum bersedia memastikan jenis reward yang akan diberikan kepada peraih nilai UN tertinggi. Menurutnya, hadiah itu bisa saja berupa uang atau piagam penghargaan dari pemerintah.

"Nanti kita lihat, yang jelas hadiah ini kita harapkan jadi motivasi positif bagi anak-anak kita agar berprestasi," katanya.

Selain reward dari Pemerintah, Wali Kota juga mengaku akan menggalang reward dari sejumlah perusahaan swasta yang beroperasi di Bontang. Baik dalam bentuk pemberian beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, maupun akses untuk mendapatkan magang/pekerjaan di perusahaan.

"Bagi pelajar SMK yang berprestasi bisa saja kita upayakan untuk bisa langsung bekerja di perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang fresh," tandasnya.
Read more ...

Saturday, October 29, 2011

Antisipasi Balapan Liar, Pelajaran Lalu Lintas Akan Disisipkan Pada Pelajaran Kewarganegaraan

Aksi balapan liar bakal diantisipasi sedini mungkin. Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang berupaya menjadikan peraturan lalu lintas sebagai bagian dari mata pelajaran di sekolah-sekolah. Tujuannya untuk memberi penyadaran kepada generasi muda agar lebih taat kepada aturan di jalan.

“Disdik sudah melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding, Red.) dengan Kapolres. MoU itu dalam rangka menyisipkan pendidikan lalu lintas. Peraturan lalu lintas sengaja dikenalkan sejak dini kepada anak-anak usia sekolah agar dapat semakin membantu aparat lalu lintas dalam mengupayakan ketertiban dan keselamatan berkendara,” kata Kadisdik Dasuki.

Nantinya lanjut dia, kurikulum lalu lintas itu akan disisipkan pada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. “Jadi nanti itu modelnya sisipan. Artinya kurikulum lalu lintas tidak menjadisatumata pelajaran sendiri. Tapi nilai atau prinisip dimasukkan dalam sub-materi Pendidikan Kewarganegaraan,” katanya.

Saat ini lanjut dia, pihaknya tengah menyiapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai wujud mengatasi persoalan balapan liar yang meresahkan warga.Dengan begitu, yang akan menerima kurikulum lalu lintas nanti seluruh jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat.

“Jadi ada yang namanya KTSP. Kurikulumnya luas sekali, di pusat hanya menentukan standarnya. Sedangkan soal pengembangan kurikulumnya dari sekolah. Sehingga terkait waktu atau jam nanti, ada variabelnya. Namun pada intinya tergantung dari kerjasamanya,” lanjutnya.

Dasuki menambahkan, kurikulum lalu lintas nanti lebih pada pendekatan dan sosialisasi terhadap Undang-Undang (UU) no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Apalagi, jumlah jam untuk Pendidikan Kewarganegaraan mencapai 3 jam pelajaran.

“Grand desainnya nanti adalah pendidikan berkarakter, disiplin,kejujuran, tanggungjawabhingga tema relevansi.Pendidikan kewarganegaraan itu nanti waktunya mencapai 3 jamdan akan diberlakukan untuk semua jenjang dari TK sampai SMA,” tegasnya.

Untuk itu ia mengingatkan, agar seluruh sekolah benar-benar serius menyusun KTSP. Namun demikian ia juga mengingatkan, ada 3 tempat yang bisa menentukan watak anak remaja dan memberi pendidikan. “3 tempat itu meliputi sekolah, keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Kapolres AKBP Heri Armanto didampingi Humas AKP Jonner Simanjuntak menyebutkan,kerjasama ini sengaja dirancang sebagai bentuk pembelajaran lalulintas sejak dini. Dengan harapan dalam jangka panjang akan mampu mengubah perilaku dan budaya masyarakat dalam berlalulintas. Sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan yang terjadi di jalan raya.

“Kita berharap ke depan ada perubahan dari budaya masyarakat. Apalagi, dalam waktu tidak sampai sebulan ini sudah 3 nyawa melayan di jalan. Kita berharap program ini mampu menyentuh kelompok pelajar dan mahasiswa sebagai agent of change,” pungkasnya.(*/gun/ran)

sumber berita : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=116100
Read more ...
Designed By